Kegilaan 2016

Aku memutuskan nulis postingan ini pake bahasa indonesia aja karena aku cenderung suka kepanjangan dan nggak to the point kalau pake bahasa inggris :D walaupun jadinya beberapa temanku ga bisa mengerti cerita ini.

Kalau kamu baca entry sebelumnya, itu adalah kemewahan di mana aku bisa nari berdua doang di acara recital The SOM. Sempat lama stop nari, sekalinya mulai lagi langsung pentas cuma berdua. Aaaww!!! Aku sampe latihan-latihan sendiri setiap hari saking aku nggak mau kelihatan jelek, saking aku pengennya sempurna!!! (ilusi...halusinasi..biarkan aku memang gitu orangnya). Recital itu, prosesnya sangat kunikmati - sampai aku berharap aku bisa nari setiap hari. Eh! Harapan itu dikabulkan nggak pake lama, bro! GPL kalo istilah temen SMA ku (mulai bertele-tele). Pertengahan Februari, di grup WA Lyrical Contemporary (yang isinya cuma becandaan selepas Recital, ga ada yg penting) tertulislah pesan dari Kak Davit: "Kei dan Icha mau turun solo nggak untuk Dance Prix 2016 bulan April? Ga ada kategori duet jadi kalian gak nari berdua lagi." Aku baca itu di atas gojek dan hp hampir kelempar saking kagetnya. Suer gak lebayy. Secara natural aku memang reaksinya selebay itu (mulai bertele-tele #2) Lanjutannya "Kalau mau kita daftarin. Nanti dikoreoin. Buat gadis-gadisku tersayang aku siap lahir bathin." (Bagian ini Kak Davit yg agak lebay kayaknya yah...) Icha jawab "Kalo dikoreoin mauuu!!! Kei mau nggak?" Dan aku ga jawab-jawab sampe lama. Aku bengong. Mikir. Kaget. Ini orang-orang SOM nekat apa gimana sih....gue belum pantas lah kalau untuk turun solo. Kalo Icha itungannya dia guru, sering bikin koreo, dan jam terbangnya lebih banyak dari aku - sudah pernah nari solo juga. Ini gue kayaknya diselipin buat seru-seruan doang kali ya... Tapi karena Icha mau, aku pun bilang "Oke. Siapa takut." (Padahal takut banget njir, gemeteran lutut dan jari-jari kaki) "Oke Maret latihan ya setiap hari."

Sejak saat itulah setiap hari rasanya ada semilir angin teror mendekati bulan Maret. Apalagi begitu kak davit bilang "Miss Andara mau jadi pelatihmu Kei. Aku sama Icha kamu sama Miss Andara." OMFG OH MY FUCKIN GUT GIVE MERCY ON ME TOLONG AKU, HELP. MENGAPA HAL INI HARUS TERJADI. Aku pun mengajukan protes "Kenapa kamu tinggalin aku!! Kamu tau kak aku takut setengah hidup sama Miss Andara kenapa ga Icha aja yg sama dia?!?!?!" dan jawabannya adalah "Dia sendiri yang minta kamu kei."

OMFG OH MY FUCKIN GUM GIVE MERCY ON ME.

Bulan Maret belum datang, tapi Icha menyatakan mundur karena dia ikut program hamil. Kalau latihan setiap hari takutnya hamilnya masih kapan-kapan. Lo bisa bayangin betapa angin terror itu semakin kenceng mengetahui bahwa aku maju solo satu-satunya. Sendirian ora ono konco romusha ne. Aku sampai mimpi mengajak Sari dan Nabilah lari menyusuri jalan-jalan berliku untuk menemukan mesin waktu. Dalam mimpi itu aku percaya mesin waktu itu ada dan akan kupencet Mei 2016 (jadi nggak usah Maret dan April).

Singkat cerita, latihan koreografi dan latihan teknik itu dimulai. Latihan fisik bersama Miss Andara membuatku merasa aku udh 1/4 hidup sisanya sekarat. Abis latihan fisik langsung latihan koreografi. Tapi tentu aku ga berani memperlihatkan aku capek dan mau mampus. Tentu aku tetap kelihatan fresh from the oven. Aku ingat itu hari Rabu, libur nyepi. Aku latihan jam 10-12 sama dia. The SOM kosong ga ada orang cuma kita berdua (kalo gue teriak minta tolong juga ga akan ada yg selametin gue njirr). Pulang latihan naik gojek aku pake earphone puter lagu Oh Wonder. Di dalam hati aku nyanyi keras-keras:

"I am wilder than life,
I am wilder than life."

Jangan kira itu pertama dan terakhir. Itu adalah latihan fisik pertama yang berlanjut di kemudian hari. Aku pasrah aja. Berusaha ga dirasain sakitnya. Tapi dalam keadaan kesakitan gitu susah juga sih ngebayangin body model-model FHM. Yang kebayang cuma "Ini udah berapa detik? Berapa detik lagi gue harus nahan posisi ini?"

Oh ya, aku juga ikut kategori grup. Ditarik sama Miss Andara untuk nambahin anggota grupnya biar pas 5 orang. Minimal 5 orang syarat dari kompetisinya. Grup latihan fisik juga, tapi cuma sekali. Hih. Sungguh tidak adil! Tapi untung juga sih...jadi aku gak mampus dobel. Jadwalku adalah pagi latihan berdua sama Ms.Andara untuk solo, terus ke Pingu kerja, selesai kerja balik SOM lagi latihan grup. Hits banget. Kalo cewek lain pasti udah tepar tapi karena aku terus bilang ke diriku sendiri "Kei, ga ada kerja keras yang sia-sia." jadi aku kuat-kuat aja. Mind over matter. Nabilah dan Sari prihatin sih liat aku :D :D

Setelah koreografi sudah hafal, masalah berikutnya timbul. Gerak jadi kayak robot, sekedar gerakin aja ga ada emosinya. Mulai berimajinasi, emosi muncul. Masalah berikutnya: emosi dan cara bergeraknya monoton dari awal sampe akhir. Narinya ngotot. Kayaknya mau gimanapun aku berusaha ngatasin masalah, masalah itu datang terus, masalah baru lagi dan baru lagi, terus berkembang. NARI AJA KOK SUSAH BANGET. SAMA SUSAHNYA SAMA NULIS PAPER FILSAFAT.

Orang-orang bilang "Mungkin lo harus lebih enjoy..." "Mungkin lo terlalu tegang" Lo gini. Lo gitu. Dan gue pikir... "Lo nggak ngerasain. Saran lo gak bantu. Lo gak ada di posisi gue. Belum tentu lo bisa juga kalo lo yg nari sendirian." Aku selalu cuma dengerin aja dan menganggap ya sudahlah, orang berkomentar mungkin karena mereka peduli. Sesungguhnya aku juga ga peduli orang bilang apa. Aku cuma dengerin guru-guruku. Karena mereka juga sudah melewati ini. Mereka bisa cari jalannya, aku juga pasti bisa.

Mendekati hari kompetisi, hari tergenting di bulan April itu sebenarnya bukan hari kompetisi itu sendiri, tapi latihan gabungan sama semua tim SOM yang maju lomba. itu hari tergenting di duniaku wkwkwkw. Grogiiiihh....nerveesss!! Kalo ditonton juri mah aku gak grogi, kan gak kenal. Abis ini juga gak ketemu lagi. :D :D Abis nari pake acara saling komen-komenan lagi. Aduhh pusing pala Barbie. Tapi di hari itu Bian, temanku yang sangat cerdas ini, melontarkan "Ini ceritanya tentang menggapai impian ya?" Sebenarnya tarian itu jauh dari apa yang dibilang Bian, tapi aku terkesima dia punya intepretasi seperti itu, akhirnya nari yang ke-dua kali aku coba bayangkan yg dibilang Bian. Bukan tentang terror, tapi tentang menggapai impian. Dan betapa impian itu sangat susah digapainya. Udah usaha kayak orang gila, gak dapet-dapet. Eh hasilnya malah bagus dibanding running pertama. Baru kali itu Ms.Andara tepuk tangan, dan bilang bahwa dia liat aku berusaha kasih warna lain ke tarian itu dan "I appreciate that".

Banyak sih momen dalam proses "Shadow" ini (Ini judul karyanya...baru dikasih tau H-1 Lomba juga kalo ada judulnya). Walau banyak momen frustrasi, tapi di terminal-terminalnya aku merasa "Ternyata aku bisa ya..." Perasaan-perasaan magical yang sulit dipercaya tapi terjadi. Perasaan-perasaan yang menyenangkan tapi tidak datang dengan mudah. Not taken for granted.

Aku ingat latihan sendiri di studio, dan akhirnya aku berhenti. Aku nangis sendirian 10 menit. Aku ngerasa aku nari jelek banget, ga ada soul-nya. Aku ga tau gimana caranya. Aku ingat waktu Miss Andara balik dari Bali, kita running 3x dan aku kasih se-pol-polnya yang aku bisa. Dia bilang "Full out ya Kei" dan aku out-full! Dan dia bilang "Barusan kamu nari itu jelek banget. Kita coba lagi besok ya." Aku tiduran di studio aku mau nangis keras-keras, aku mau nangis selepas-lepasnya. Tapi aku tahan. Takut ada yang liat. Nanti aku malu. Tapi itu beneran momen mau mental breakdown. Malamnya aku Whats App dia, tanya apa yang bisa aku benerin. Dia bilang "Coba cari gimana caranya agar gerakannya bisa menyampaikan sesuatu." Libur 3 hari, aku bener-bener pikirin, aku cari, dan ada hasilnya. Oh ya, ada sih yang gokil juga. Rehearsal terakhir. Terakhir banget sebelum lomba besoknya. Running 3 kali njir- solo& grup. 3 kali. Iya, aku ikut dua-duanya kan jadi aku nari 6 kali. Setiap mau running solo itu aku puter otak. Karena aku tau guruku pasti berharap melihat sesuatu yang berbeda di setiap running. Dari yang running 1 aku cuma nari dengan imajinasi sesuai tema tarian, running 2 aku bayangin aku nari di tanah lapang di bawah langit malam. Keluar studio untuk ganti baju, aku udah capek banget. Badanku gemetar. Mau nangis karena kecapean. Aku bilang sama diriku sendiri, "You can't be burned out, Kei. Because you are the fire." Aku masuk lagi, itu ya...goblok...gue bayangin udah bukan liat langit lagi, tapi gue liat planet merkuri, venus, jupiter....iya udah se-halusinasi itu HAHAHAHAHA!!!! BEST MOMENT IN MY LIFE!!!

Kalau orang nggak ngalamin, baca tulisan panjang ini mungkin ngerasa aku berlebihan, tapi sungguh aku nggak melebihkan apa-apa. Ini pengalamanku dan ini yang kurasain. Aku senang aku mengalami proses itu. Aku cuma masuk final dan nggak menang, pada akhirnya, di kompetisi Dance Prix 2016. Tapi malam ini aku jadi sadar, kompetisi itu sudah kualami berkali-kali, setiap aku datang latihan itu kompetisi. My competition is myself. Dan melewati proses ini adalah hal paling berani yang pernah kulakukan seumur hidupku. Aku bersyukur bisa dipertemukan lagi sama Miss Andara, dan bertemu Kak Davit yang sangat supportif, dan Miss Eka yang juga selalu semangatin aku.

Ini foto setelah rehearsal terakhir di mana gue ngebayangin planet-planet itu hahahaha. Gue bangga banget sama foto ini. Bisa dilatih sama mereka berdua itu gokil. Untuk sampai di situ aja adalah sebuah perjuangan. This was the best moment in my life.

Comments

Popular Posts